🕒 Jam Operasional: Senin - Jumat: 08:00 - 16:00 WIB | Sabtu & Minggu: Tutup (Kecuali kondisi darurat) 📞 Telepon: +62 822 - 8601 - 1259 ✉️ Email: kontak@ladangrimbo.my.id 🕒 Jam Operasional: Senin - Jumat: 08:00 - 16:00 WIB | Sabtu & Minggu: Tutup (Kecuali kondisi darurat) 📞 Telepon: +62 822 - 8601 - 1259 ✉️ Email: kontak@ladangrimbo.my.id 🕒 Jam Operasional: Senin - Jumat: 08:00 - 16:00 WIB | Sabtu & Minggu: Tutup (Kecuali kondisi darurat) 📞 Telepon: +62 822 - 8601 - 1259 ✉️ Email: kontak@ladangrimbo.my.id
Mengenal Lebih Dekat

Profil Ladang Rimbo

Lembaran sejarah berdirinya peradaban masyarakat adat, pemetaan wilayah geografis, dan potensi lokal yang kami miliki.

Napak Tilas

Asal-Usul & Sejarah Perkembangan

Nama Ladang Rimbo secara harfiah menggambarkan fase awal pembentukan permukiman ini oleh para pendahulu (niniak mamak). Kata "Ladang" menunjukkan wilayah pertanian yang dibuka, sedangkan "Rimbo" menggambarkan kawasan yang dahulunya merupakan hutan lebat di perbukitan Sungai Geringging.

Secara historis, pembentukan wilayah ini diawali oleh migrasi sekelompok masyarakat dari pesisir Pariaman atau wilayah darek (pedalaman Minangkabau) yang merambah hutan lebat (mambuko rimbo) untuk bercocok tanam menetap, hingga bertumbuh menjadi permukiman permanen.

Awal Pembentukan

Mambuko Rimbo

Perintisan kawasan perkebunan dan permukiman di tengah hutan lebat perbukitan Sungai Geringging oleh kelompok niniak mamak pendahulu.

Perkembangan Administrasi

Pemisahan Wilayah

Meningkatkan pelayanan publik dengan membagi wilayah menjadi dua area administrasi: Korong Ladang Rimbo Barat dan Korong Ladang Rimbo Timur.

Penataan Terkini

Nagari Persiapan Baru

Integrasi kedua korong sebagai pilar utama pembentukan nagari persiapan baru untuk mempercepat pembangunan infrastruktur perbukitan.

Struktur Adat & Kekerabatan

"Menganut sistem kekerabatan matrilineal (garis keturunan ibu) yang berakar kuat."

Hadir beberapa klan/suku dominan seperti Panyalai, Koto, Jambak, dan Mandailing. Urusan tanah ulayat, perkebunan, dan sosial disepakati bersama oleh Penghulu/Datuk, alim ulama, dan cadiak pandai.

Suku Panyalai
Suku Koto
Suku Jambak
Suku Mandailing
Luas Wilayah
12.4 Km²

Meliputi area kebun, pemukiman & persawahan.

Elevasi Rata-rata
450 MDPL

Kawasan perbukitan berudara sejuk.

Jumlah Korong
2 Wilayah

Ladang Rimbo Barat & Timur.

Suhu Rata-rata
23 - 28°C

Optimal untuk kelapa & kakao.

Batas Administrasi Wilayah

Utara Nagari Kuranji Hulu
Selatan Nagari Batu Gadang
Timur Nagari Sungai Sirah
Barat Nagari Malai III Koto
Ekonomi & Ekologi Perairan

Dinamika Perkebunan & Aliran Irigasi

Kondisi geografis Ladang Rimbo yang berbukit-bukit membentuk mata pencaharian utama masyarakat pada sektor perkebunan rakyat. Komoditas unggulan yang dibudidayakan secara intensif meliputi kelapa, cokelat (kakao), pinang, dan karet.

Di samping komoditas perkebunan lahan kering, ketahanan pangan dan sektor pertanian basah lokal didukung penuh oleh jaringan irigasi primer dari aliran air Batang Sikaciak. Sungai ini menjadi urat nadi vital yang mengaliri puluhan hektare sawah produktif di seluruh korong.

Kehidupan Komunal & Prestasi

Modal Sosial & Sinergi Ranah Rantau

Kekuatan hubungan kebersamaan antarwarga yang harmonis, baik yang menetap di kampung halaman maupun yang berkarya di tanah rantau.

Tradisi Gotong-Royong

Kehidupan komunal diperkuat oleh nilai gotong-royong yang solid untuk pembangunan desa. Selain itu, terdapat tradisi buru babi (apor) sebagai ajang silaturahmi mingguan yang mengumpulkan warga dari berbagai penjuru.

Sinergi Perantau

Para pemuda dan warga yang merantau ke berbagai kota besar terhimpun dalam paguyuban perantau yang aktif. Mereka senantiasa berkontribusi nyata membangun fasilitas umum dan tempat ibadah di kampung halaman.

Prestasi Pendidikan Islam

Lembaga keagamaan lokal seperti TPA/TPSA Al-Mukminin Ladang Rimbo telah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional dalam mendidik generasi muda, khususnya pada cabang hafalan dan musabaqah.